Saya merindukan suatu hari, dimana Masjid dipenuhi kaum Muslimin.
Mereka
berusaha pergi ke rumah Allah Azawajalla dengan penuh suka cita, menunggu
adzan subuh dengan penuh kerinduan.
Dari belakang muadzin, mereka menjawab lantunan
adzan yg berkumandang, penuh penghayatan.
Mereka itu berada dalam pertemuan
dengan Allah.
Saya merindukan datangnya suatu hari, saat seorang muslim begitu menyesal dan sangat merasa sedih, gara-gara tertinggal sholat subuh, sekali saja.
Itu
karna ia merasa kehilangan sesuatu yang benar - benar bernilai, lebih mahal dari
dunia dan seisinya.
Saya merindukan suatu hari saat para pemimpin umat Islam diseluruh dunia
menjadi imam sholat subuh bagi rakyatnya dan juga sholat - sholat yang lain.
Saya merindukan suatu hari, saat mendapati agama Allah adalah agama bagi seluruh penduduk dimuka bumi.
Syariat agama Allah merupakan syari'at yg
menjadi landasan hukum bagi orang - orang berilmu.
Kegelapan sirna, berganti
semburat cahaya keadilan dan kebenaran.
Saya merindukan itu semua. Dan, saya yakin bahwa kenyataan yang kita alami hari ini, sebelumnya adalah mimpi kemarin - kemarin.
Sebagaimana saya meyakini, bahwa
apa yang kita cita-citakan hari ini, akan terwujud esok hari, Insya Allah.
Saya merindukan suatu hari, saat meliat semua harapan menjadi kenyataan yang dapat saya liat dengan mata kepala saya sendiri.
Ini bukan ramalan, bukan pula mengutak - atik masalah ghoib. Tetapi, merupakan bukti janji Allah, Dzat yg tak pernah ingkar janji.
NOTE : KUTIPAN BUKU
Saya merindukan suatu hari, saat meliat semua harapan menjadi kenyataan yang dapat saya liat dengan mata kepala saya sendiri.
Ini bukan ramalan, bukan pula mengutak - atik masalah ghoib. Tetapi, merupakan bukti janji Allah, Dzat yg tak pernah ingkar janji.
NOTE : KUTIPAN BUKU
